Senin, 12 November 2018

Menapaki Jejak di Pulau Rasa

Terapung di atas Palung


Binar binar lautan berkerlip
airnya membiru di pagi yang hangat
Kawanan camar yang mulai menjauh
menatap tenang ia padaku

Jika saja kutahu
dari awal takkan ku bermain di pantai
Pasang surut air laut
membawa jauh ke tengah antah berantah

"Tinggal lah disini" ia berseru
terapung diatas pelampung bertulis Harapan
Terombang-ambing hilang arah
Lupa tujuan - Lupa daratan

Camar pulang bersama petang
menatap tenang tubuh tanpa rasa
Ia telah hilang dirinya dan jiwanya
tersesat diatas palung rasa

M Fauza Hanafi, Jakarta
10/11/2018




Kelabu di ufuk barat


Habis gelap terbitlah terang
Terang yang awalnya redup sendu
Membias kemerahan malu-malu
Habis harap datang bahagia

Lama dirayu masih kelabu
Sang surya mungkin ragu
Enggan terbit terlalu pagi
Biarkan kabut padamkan terang

Dalam redup, muram
Deru ombak pelan berbisik
Kepada yang menanti-nanti
"Hari ini ia tak datang"
M Fauza Hanafi, Jakarta
11/11/2018



Sisa sebelum padam


Seberkas sinar redup menerangi
sebahagiannya berselimut gelap
Sepat tertinggal di ujung rasa

terkatung-katung tapaki asa

Nyalanya mulai redup
engkau pindahkan sesukamu
Langkahnya cepat dengan segala kegundahan
mengejar, terjatuh, terjatuh terus

Lelehnya terus bercucuran
saat habis padamlah sudah
Langkahnya lelah, luka
ia menyerah pada malam

Lelehnya terus bercucuran
padamlah sudah sudah
Sisa-sisanya bukan lelehnya
tapi seberkas muram durja mati rasa
M Fauza Hanafi, Jakarta
13/11/2018